i wrote your name in the sky,
but the wind blew it away
i wrote your name in the sand
but the waves washed it away
i wrote your name in my heart
and forever it will stay….
i wrote your name in the sky,
but the wind blew it away
i wrote your name in the sand
but the waves washed it away
i wrote your name in my heart
and forever it will stay….
Memang hidup ini tidak ada yang abadi, datang dan pergi silih berganti. Kadang kita merasa bahwa apa yang kita miliki adalah milik kita selamanya, pada hal perlu kita ketahui, apa yang kita miliki itu hanya bersifat sementara, kita hanya diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menjaganya. Begitupun dengan sahabat – sahabat kita yang sangat dekat dengan kita dan begitu kita sayangi, itupun tak selamanya kita bisa hidup bersama mereka. Untuk itu marilah kita belajar untuk menjaga apa yang sudah kita miliki dengan baik termasuk sahabat kita, kita harus menjaga persahabatan itu dengan baik, jadi ketika kita berpisah dengan sahabat – sahabat kita rasa persahabatan akan tetap ada. Untuk sahabat – sahabat aku khususnya Accounting 32 pokoknya “profit or loss we are always together”..chaayooo..!!!
Ini adalah sedikit coretan yang kutorehkan untukmu sahabat – sahabatku Baca entri selengkapnya »
Selasa, 29 Juli 2008 menjadi hari yang bersejarah di SMKN 21 Jakarta, karena pada hari itu Kepala sekolah SMKN 21 akan dipindahtugaskan menjadi pengawas sekolah di daerah Jakarta Barat. Acaranya memang begitu mendesak, sehingga persiapanpun dilakukan dengan apa adanya. Lima hari sebelum perpisahan aku diberi kepercayaan untuk membuat acara perpisahan tersebut. Waduh …ini merupakan hal baru buat aku, karena dalam waktu lima hari aku harus membuat acara perpisahan kepala sekolah yang berkesan, padahal selain aku harus melatih anak – anak untuk acara perpisahan aku juga harus mengajar dan mengikuti Raker (Rapat Kerja) yang di adakan di Bandung, ini sungguh hal yang sulit buat aku, tapi aku tetap semangat. Akhirnya aku sharing dengan sahabatku tentang lagu apa yang cocok untuk acara perpisahan nanti, terpilihlah beberapa lagu yang aku rubah sedikit lirik – liriknya biar maching dengan acara perpisahan, antara lain lagu pergi unuk kembali dari Letto, mungkinkah dari Stinky dan semua tentang kita dari peterpan. Aku lega karena sudah menemukan lagu yang cocok untuk perpisahan, jadi tinggal melatih anak – anak untuk bernyanyi sekaligus aku membuat video yang berisikan foto – foto kenangan kepala sekolah bersama guru dan siswa – siswi di SMKN 21 (biar lebih berkesan gitu dech). Selain membuat video aku juga membuat sedikit puisi yang akan di bacakan oleh seorang siswa ketika acara. Akhirnya persiapanpun selesai. Pas tanggal 29 Juli 2008 aku berangkat dari rumah pagi – pagi karena harus mempersiapkan segalanya termasuk infocusnya. Jam sembilanpun acara dimulai, di awali dengan sambutan – sambutan dan segala tetek bengek lah, pas acara terakhir yaitu acara perpisahan yang sebenarnya, kemudian anak – anak yang sudah aku latih kira – kira berjumlah lima belas orangpun maju ke panggung, dan membentuk setengah lingkaran, akupun memutar video yang sudah aku persiapkan lagu pertama yang dilantunkan adalah lagu mungkinkah, kemudian disusul dengan lagu semua tentang kita, ketika melantunkan lagu semua tentang kita, salah seorang siswa menarik kepala sekolah untuk bergabung dengan anak – anak di panggung, suasanapun jadi haru anak – anak mulai nangis (biasa akting kan anak2 theatre). karena mungkin liat anak – anak nangis eh malah hamper semua tamu undangan ikut nangis, apalagi di tengah –tengah music semua tentang kita salah satu siswa ada yang membacakan puisi (tentu saja puisi buatanku) dan lagu yang terakhit dilantunkan adalah pergi untuk kembali. Berkat ide ku ini acara perpisahan menjadi sangat berkesan dan berjalan dengan sukses.
Kau Tetap Di Hati Kami
Bapak kau seorang pemimpin kami
Kau seorang yang kami sayangi
Kami tak kan ada tanpa dirimu
Kau tlah tuangkan segala emosimu
Ke dalam kebersamaan bersama kami…..
Kau nyalakan api
Dalam gelapnya malam
Kau kobarkan semangat juang
Pada kami yang dalam kebodohan
Kau isi hari – hari kami
Dengan penuh senyuman
Sehingga kami dapat berdiri
Menghadapi dunia mencari masa depan
Tapi…..apa kami menghiraukanmu..?
Apa kami memandangmu dengan senyuman..?
Tidak…..bahkan kami menutup kuping sambil berjalan
Bahkan kami memberimu suara yang memekik
Bahkan kami hampir menendangmu..
Kami tlah berdosa kepadamu
Kami berkhianat darimu
Tapi….apa kau menendang atau memukul kami…
Tidak…… bahkan kau berkata halus
Dan membuka senyum lebar pada kami
Kau tak pernah lelah memandang wajah kecut kami
Hari demi hari seiring bergantinya waktu
Hari ini…..
Saat – saat yang mengharukan bagi kami
Karena suatu tugas kaupun kini meninggalkan kami
Meninggalkan rumahmu yang indah
Yang penuh dengan keceriaan anak – anakmu
Bapak maafkan kami…..
Tersenyumlah untuk kami setiap hari
Setiap masa dan setiam zaman
Jadikanlah kami anak – anakmu sepanjang zaman
Jadikanlah kami anak – anakmu yang kuat
Agar kami dapat menelurusi jejak langkahmu
Bapak kau akan selalu bersinar disanubari kami
Kaulah pemimpin kami
Created by : uqie
Alhamdulillah akhirnya selesai juga kongres pembentukan Asosiasi Guru Akuntansi Indonesia, selanjutnya disebut AGAI. Bayangkan saja untuk mengikuti kongres tersebut aku harus berangkat dari rumah jam 05.15 pagi, disaat orang-orang masih tertidur lelap aku sudah bangun untuk siap-siap berangkat maklum rumah aku jauh dari tempat diselenggarakannya kongres. Kongres ini diselenggarakan pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2008 di P4TK Bahasa, Jalan Gardu, Srengsengsawah, Jakarta Selatan. Kongres ini dihadiri oleh guru akuntansi perwakilan dari enam propinsi yang mewakili semua propinsi – propinsi yang ada di Indonesia. Keenam propinsi tersebuat antara lain Jawa Timur, Jawa Tengan, DIY, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Memang sich kelihatannya tidak adil, dimana indonesia yang mempunyai 33 propinsi kenapa hanya diwakili oleh enam propinsi, tetapi jangan marah dulu ternyata hal itu sudah memenuhi persyaratan, dimana di salah satu syarat mengelenggarakan suatu kongres nasional akan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya enam propinsi. Mengapa perlu di bentuk AGAI Baca entri selengkapnya »